Sebuah rumah imut
Sebuah rumah imut
Ipul, anak salah satu karyawan Mami Lisa, mengakhiri obrolan mereka sore itu sepulang dari madrasah.
Bang Jun, mencolek pipinya. Mata laki-laki berusia dua puluh tahun itu mengamati hasil coretan adiknya.
“Bilang aja lo sakit, sih! Tadi aja gue pulang duluan. Lagian pegawai Mami Lisa kan enggak cuma elo.”
Rara menyerahkan sejumlah uang dalam kepalannya, ke telapak tangan Emak yang basah keringat.
Mata lelah Emak mulai menggenang. Andai saja ia bisa memantulkan pikiran di benaknya. Pastilah seperti cermin yang memantulkan dua sisi bayangan. Rumahnya dan penduduk lain di bawah kolong jembatan ini, di satu sisi. Dan rumah Pak RT, di sisi lain, dengan jendela-jendela kaca yang besar.
Lagu tema film seri Dae Jang Geum alias Jewel in The Palace ini sangat memikat. Onara dalam bahasa Korea berarti “datanglah” atau mungkin “kemarilah”. Menurut penciptanya, Seh Hyun-Im, lagu ini mengisahkan kehidupan para gadis di istana yang harus mengabdi sepenuhnya kepada sang Raja. Di Korea Selatan sendiri terjadi perdebatan dalam memaknai lagu ini…berikut liriknya dan terjemahan bebasnya.
오 나라 오나라 아주오나 Onara onara aju ona
(datanglah, datanglah selamanya)
가 나라 가나라 아주가나 ganara ganara aju gana
(pergilah, pergilah selamanya)
나 나니 나려도 못노나니 nanari naryodo motnonani
(Aku terbang, namun meskipun ku terbang, namun aku tidak menikmatinya)
아니리 아니리 아니노네 aniri aniri aninone
(Tidak, meskipun aku tidak menyukainya, namun aku tak menikmatinya)
헤이야 디이야 헤이야나라니노 hey-ee-ya di-ee-ya heyeeyanara nino (Koor)
오지도 못하나 다려가나 ojido mothana daryogana
(Meski ku tak mampu melakukannya, bawalah aku serta)
에야~ 디야~ 에야나라~ 니요~ aeya diya aeyanara niyo (Koor)
오지도 못하나 다려가나 ojido mothana daryo gana
(Meskipun ku tak mampu melakukannya, bawalah aku serta)
Lagu ini bermakna sangat dalam, pada baris pertama bermakna seperti raja meminta para gadis untuk mengabdi ke istana. Sedang baris kedua menunjukkan bahwa jika sudah terlalu tua, para dayang diharuskan pergi untuk selamanya dari istana. Kata Nanani bermakna seekor lebah yang tidak dapat terbang meski punya sayap. Para dayang istana digambarkan seperti itu, meski mempunyai rasa cinta namun harus tetap mengabdi kepada sang raja.
Bahan:
Tepung beras 300 gr
Air panas 110 gr
Minyak wijen 3 sendok makan
Caranya:
Tuangkan air sedikit demi sedikit pada tepung beras, kemudian aduk pelan-pelan dengan menggunakan tangan (eiitt.. mendingan pake sendok kayu aja ya!!).
Haluskan dengan menggunakan tirisan.
Setelah kukusan sudah mengeluarkan uap, kukuslah tepung beras itu hingga matang.
Setelah matang, angkat lalu dibuat menjadi adonan sambil mengoleskan minyak wijen supaya tidak lengket, hingga kenyal.
Adonan dibuat panjang dan bulat.
Tteok:
200 gr Tteok (kue beras),
1/4 bawang bombay,
30 gr wortel,
1/2 atau 1 buah kubis
1 buah cabe hijau & merah,
1 sdt minyak goreng,
1 sdt minyak wijen.
Bahan bumbu:
1 sdm bubuk cabe merah
1 sdm gochujang, taujo cabe merah
1 sdm bawang putih yang dicincang halus
1/2 sdm gula pasir
3 sdm kaldu daging,
sedikit biji wijen, lada hitam dan minyak wijen.
Cara Memasaknya:
Adonan tteok dioles dengan minyak wijen. Potong melintang bawang bombay dan wortel,
Potong melintang cabe hijau & merah,
Masukkan 2 1/2 cup water dan 3 sdm kaldu daging ke dalam wajan, diaduk hingga masak,
Kemudian masukkan semua bumbu (gochujang, cabe bubuk, taujo cabe merah, gula pasir, lada hitam dan bawang putih) aduk hingga rata.
Setelah bumbu masak, masukkan tteok (kue beras), bawang bombay, wortel, cabe, dan kubis.
Masukkan dan tumislah hingga bumbu diresap pada tteok.
Tahap akhir, taburkan biji wijen pada tteokbokki dan siap dihidangkan.
“selamat mencoba!!” ^^
Bahan :
Satu mangkok Nasi ukuran sedang lebih juga boleh
30 butir Telur puyuh , rebus hingga masak kupas kulitnya dan sisihkan.
1/2 Firm Tahu , Remas – remas hingga hancur ( Haluskan )
Daun bawang secukupnya rajang kecil – kecil
1/2 potong wortel rajang kecil – kecil
1/2 potong sayur Brokoli , rebus sebentar kira – kira 3 menit saja kemudian tiriskan
Bahan bumbu :
Merica bubuk secukupnya
Garam secukupnya
1 sendok makan Bawang putih yg sudah di haluskan
Bumbu penyedap rasa kaldu ayam secukupnya.
3 sendok makan Minyak Wijen
Minyak goreng secukupnya untuk menumis.
Caranya :
Tumis bumbu, bawang putih, garam, bumbu penyedap, merica kemudian masukan potongan wortel tumis sebentar kecilkan apinya.
Siapkan tahu yg telah di hancurkan kemudian beri sedikit garam dan merica bubuk .
Masukan dalam tumisan wortel dan tumis kembali kira – kira 10 menit kemudian masukan Nasi putih aduk hingga rata dan cicipin rasanya hingga imbang , atur api dengan suhu sedang terakhir beri potongan bawang masak selama 5 menit angkat dan sisihkan.
Biarkan setengah hangat kemudian masukan potongan sayur Brokoli dan beri 2 sendok makan minyak wijen aduk hingga rata.
Kemudian bentuk bulatan dan pipihkan tengahnya beri telur puyuh tutup dengan Nasi tersebut bentuk bulatan bola – bola.
Dan siap untuk di sajikan, bisa pula sebagai kreasi untuk bekal.
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!


